Semua Yang Perlu Kamu Tahu Soal Fenomena Gaslighting

Semua Yang Perlu Kamu Tahu Soal Fenomena Gaslighting

Bentuk sikap manipulatif pelaku gaslighting bisa membuat seseorang yang jadi pasangannya menjadi lemah dan mempertanyakan diri sendiri. Mungkin kamu sudah sering mendengar tentang istilah poisonous relationship atau hubungan tidak sehat. Hubungan yang tidak sehat bisa disebabkan oleh hal-hal tertentu, misalnya fenomena gaslighting. Terkadang, korban Bandar Slot Online tidak sadar bahwa ia sedang menjadi korban gaslighting. Dikutip dari Indian Express, studi dari Flinders University Australia pada 2018 menyatakan gaslighting bisa terjadi dalam hubungan orang tua dan anak. Menyalahkan anak atas masalah Mama sendiri, bahkan ketika perilaku anak dikatakan dapat meningkatkan tingkat stres maka itu tidak pernah sehat.

Buquè mengatakan bila Kamu merasa tidak memiliki suara dalam hubungan itu adalah tanda ringan dari gaslighting. Seiring waktu, seseorang yang menjadi korban gaslighting dari pasangan abusive mungkin mulai percaya bahwa mereka tidak dapat mempercayai diri sendiri. Pelaku gaslighting akan terus menyerangmu dengan mengatakan hal-hal buruk agar membuatmu merasa rendah diri, putus asa, pesimis, takut, dan terancam.

Mengingat gaslighter sangat pandai dalam bertutur dan sangat manipulatif untuk meyakinkan korbannya. Gaslighter membuat korbannya sering merasa bersalah, meminta maaf untuk hal yang tidak diperbuat, merasa sering tidak bahagia, serta selalu memaafkan sikap gaslighter meski ia melakukan kesalahan yang menyakiti hatinya. Tentu bukanlah hal yang mudah untuk melepas dari jeratan hubungan seperti itu, tapi korban harus segera sadar dan mengetahui jika dia sedang dimanipulasi oleh pelaku. Jika terus menerus berada di situasi gaslighting, tanpa disadari akan muncul perasaan berat atau tidak mungkin memutuskan hubungan tersebut. Perilaku seperti ini sama sekali tidak dibenarkan sebab pelaku melakukan segala cara untuk memainkan kondisi psikologis korban.

Apa itu gashlighthing

Tantangan besar di dunia kerja memang menuntut kamu untuk beradaptasi. Namun, bukan berarti kamu harus menyerah dengan keadaan hingga tidak bisa menjadi diri sendiri. Biasanya korban gaslighting di kantor kerap merasa tertekan hingga mengalami stres, memutuskan untuk resign, bahkan bunuh diri.

Saat dikonfrontasi, pelaku sering kali membuat korbannya lelah untuk membuat mereka merasa gak aman dan gak mampu. Gordan mengatakan bahwa para pekerja fuel mempertanyakan parahnya situasi, yang menyebabkan keraguan diri dan dapat mengganggu kesehatan psychological mereka. Karena otak mengalami manipulasi, para korban tidak sadar bahwa mereka sedang menerima perlakuan gaslighting dari orang terdekatnya.

Walaupun Anda telah menunjukkan bukti-bukti bahwa pernyataan mereka tidak benar, pelaku gaslighting akan tetap “setia” pada kebohongannya untuk menyerang Anda. Ia akan meyakinkan korban untuk meragukan apa yang dibicarakan dan diyakininya sehingga, membuat korban merasa bersalah. Sehingga mereka tak akan percaya kala ketika korban mengatakan perilaku gaslighter yang sebenarnya, yakni kejam dan manipulatif. Keluarga, sahabat, hobi, atau karier bisa dijadikan senjata saat gaslighter melakukan konfrontasi. Ia akan menyerang kepercayaan dan harga diri korban, lalu mengatakan bahwa korbannya tak pantas memiliki hal-hal berharga tersebut karena kekurangan yang dimiliki.

Korban dari gaslighting pun nantinya mulai mempertanyakan nilai serta harga dirinya sendiri sebagai seorang manusia. Jika pasangan mereka tidak memiliki perasaan diri yang baik, pelaku gaslighting akan menuduh pasangan mereka yang melakukan perselingkuhan yang sebenarnya dilakukannya sendiri. Dikenal sebagai “proyeksi” dalam terapi-berbicara, pelaku gaslighting sering menuduh korban melakukan hal buruk yang sebenarnya mereka lakukan sendiri.

Alyssa “Lia” Mancao, LCSW, terapis kognitif berlisensi yang sudah sembilan tahun menangani depresi, kecemasan, dan trauma, membagikan tips untuk menangani gaslighting dalam hidup. Memang dari luar, pelaku akan terlihat sebagai sosok yang sempurna dan peduli, tapi secara perlahan mereka memanipulasi korban mereka. Pelaku yang melakukan gaslighting ini memanipulasi korban mereka dengan hati-hati dan sengaja.

Perlu diketahui bahwa gaslighting adalah salah satu taktik yang dilakukan pelaku dan merupakan taktik yang menjadi bibit dari tindak-tindak kekerasan. Maka jika Anda mengalami atau mengetahui orang-orang dengan indikasi tersebut di atas, ketahuilah tidak perlu takut untuk melakukan apa yang terbaik untuk kebahagiaan dan kesehatan psikologis. Jangan biarkan pelaku menjerat Anda dalam rasa sesal dan terperangkap dalam siklus yang sama. Relasi yang baik seharusnya membawa dampak positif bagi pihak-pihak yang terlibat, bukan sebaliknya.

Jika ingin lebih mengetahui lebih lanjut terkait gaslighting, Popmama.com sudah merangkum informasinya seperti dikutip dari Healthline. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE. Kumpulan berita tersebut disajikan sebagai berita pilihan yang lebih sesuai dengan minat Anda. Kita mungkin juga bergulat dengan rasa tidak aman dari diri kita atau mencari koneksi yang kuat selama masa hidup kita yang rentan. Namun, jika seseorang perlahan-lahan melakukangaslighting pada kita, dan mereka tidak merasakan penyesalan, mereka mungkin memiliki gangguan kepribadian yang serius. “Mereka mencoba untuk melepaskan diri dari kesalahan dengan cara yang licik,” ucap Pitta.

Comments are closed.