Kenali Pola Gaslighting Dan Segera Keluar Dari Hubungan Tersebut

Kenali Pola Gaslighting Dan Segera Keluar Dari Hubungan Tersebut

Jurnal The Lancet Psychiatry menyebutkan istilah gaslighting pertama kali dikenal dari drama tahun 1938 oleh Patrick Hamilton, kemudian berkembang menjadi film “Gaslight” oleh Alfred Hitchcock di tahun 1944. Gaslighting bisa juga disebut sebagai taktik di mana seseorang atau sekelompok orang, dengan tujuan untuk mendapatkan lebih banyak kekuatan, membuat korban mempertanyakan realitas yang ada. Selain itu, menjauhkan Anda dari teman dan keluarga juga bertujuan agar Anda tidak sadar bahwa pasangan memanipulasi Slot Deposit Pulsa Anda. Seorang yang memiliki sifat gaslighting akan berbohong dengan terang-terangan dan menjadi pertanyaan bagi yang lainnya, apakah yang dikatakannya benar atau tidak. Tujuan dari gaslighter ialah untuk membuat korban menjadi tidak stabil dan mereka bisa melancarkan tujuan lainnya. Jika seseorang melakukan gaslighting karena menutupi situasi tertentu, seperti menutupi perselingkuhan, ada harapan untuk menyelamatkan hubungan jika orang tersebut benar-benar menyesal dan bersedia mencoba terapi pasangan.

“Mereka butuh dukunganmu, bukan tekanan darimu. Kamu ingin mereka merasa aman untuk cerita lagi padamu, bukannya malah merasa bersalah atau merasa buruk tentang diri mereka sendiri karena mereka tidak mengikuti saranmu.” Biasanya, jika korban tidak setuju dengan assertion semacam itu, gaslighter akan bereaksi buruk dan memposisikan mereka sebagai korban. Dalam melanggengkan hegemoni gender, teknikgaslightinghadir ketikamuncul narasi yang menyerangperempuan sebagai makhluk emosional dan kurang rasional dibanding laki-laki. Dalam kasus kekerasan domestik di Amerika Serikat, institusi kedokteran dan hukum biasanya turut membangun narasi ini dengan melabeli korban kekerasan “gila” dan “emosional”. Kajian psikologi merujuk pelakugaslightingmemanipulasi korbannya dan lingkungan di sekitarnya agar korban percaya bahwa ia berhalusinasi dan tidak kompeten melakukanpenilaianterhadap sesuatu hal. “Gaslighting berarti Anda dibuat untuk meragukan perasaan, pikiran, intuisi, dan penilaian Anda sendiri ketika itu sebenarnya adalah sumber informasi andal yang harus Anda percayai,” kata Bobby.

Apa itu gashlighthing

“Pada tahap depresi, kehidupan sehari-hari dapat turut berpengaruh, seperti tidak dapat merasakan makanan yang enak dan tidak menikmati aktivitas bersama teman-teman. Korban bahkan mungkin mengalami kesulitan untuk membuat keputusan-keputusan sederhana seperti mau makan di mana, menonton film apa, memakai baju yang mana,” ujarnya. Kalau mereka tahu seberapa keluargamu berharga bagimu, serta mengetahui betapa identitas dirimu penting bagimu, hal tersebutlah yang akan mereka serang terlebih dahulu. Mereka akan mencoba meyakinkan betapa kamu nggak disayang keluargamu, atau bahkan mereka akan menggoyahkan keyakinanmu akan dirimu sendiri dengan me-list down segala hal yang negatif tentang dirimu. Tentu tidak baik juga menjadi egois, yang selalu merasa diri sendiri paling benar. Mulai mempelajari cara membedakan mana yang benar dan yang salah, mana yang informasi dan mana yang manipulasi, sehingga dapat terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Termasuk salah satunya menjebakmu dalam membuat asumsi bahwa permasalahan yang ada dalam relasi yang kamu miliki dengan pelaku adalah atas dasar kesalahan mu dan kamu harus mempertahankan relasi tersebut. Tentunya, semua akan menjadi lebih rumit saat kita menjali hubungan jangka panjang dengan pelaku gaslighting. Zak, aktor dan advokat kesehatan psychological, mengungkapkan hal tersebut dalam wawancara dengan pembawa acara Max Lugavere di siniar The Genius Life untuk membahas rasa ‘frustrasi’ dan ketidaknyamanan Williams sebelum kematiannya. Episode itu dirilis Rabu (21/7), tepat pada hari ulang tahun ke-70 mendiang komedian itu. Di sisi lain, gaslighting yang dieksekusikan dengan baik tidak akan Anda sadari.

Cukup obtain aplikasi WeCare.id di Google Play atau App Store untuk donasi mudah dan praktis kapan saja. Pasalnya, kamu akan mulai meragukan diri kamu sendiri beserat ingatan dan persepsi kamu. Setelah berkomunikasi dengan orang yang melakukan gaslighting, kamu akan merasa linglung dan mempertanyakan apa yang sebenarnya salah dalam diri kamu. Karenanya, tidak heran jika korban gaslighting akan mempertanyakan kewarasan mereka. Saat pelaku menjadi lebih sering berbuat salah, korban dalam hubungan ini menjadi buta terhadap kejadian mereka.

Dilansir dari laman Medical News Today,gaslightingadalah bentuk pelecehan psikologis di mana personal atau kelompok membuat seseorang mempertanyakan kewarasan, persepsi realitas, atau ingatan mereka. Seseorang yang mengalami gaslighting sering kali merasa bingung, cemas, dan tidak dapat mempercayai diri sendiri. Gaslightingadalah suatu bentuk penyiksaan psikologis yang membuat si korban merasa dicuci otaknya dan mulai meragukan perasaan yang mereka miliki.

Comments are closed.