Cepet Kaya Halal Ala Reksadana Syariah

Cepet Kaya Halal Ala Reksadana Syariah

Ada banyak cara investasi saham untuk beberapa orang masih awam dan takut namun ternyata bisa menghasilkan laba yang tidak tanggung-tanggung besarnya. Jika bicara tentang kata investasi sebenarnya ada banyak sekali bentuknya, tidak hanya dalam bentuk fisik seperti rumah atau usaha. Alhasil, jual beli dalam pasar turunan, sama artinya dengan jual beli surat-surat berharga yang menyatakan pengakuan atau kepemilikan dan dijamin undang-undang / peraturan yang berlaku.

Investasi saham memang bisa jadi salah satu cara untuk menimbun uang dengan cepat, alias cara menjadi kaya di masa depan. Tapi, bukan cuma manfaat itu aja yang akan kamu dapatkan dari berinvestasi saham. Bukan cuma yang berkaitan dengan urusan kantong, tapi manfaat yang kamu rasakan juga berkaitan dengan banyak hal. Misalnya, kalau perusahaan sasaran mengalami kerugian sebesar 7-10%, jangan buru-buru menjual saham dari perusahaan tersebut. Kalau perusahaan tersebut udah berdiri selama puluhan bahkan lebih dari seratus tahun, maka perusahaan tersebut pasti mampu mengatasi kerugian yang dialami. Nggak ada investasi yang lebih baik selain investasi untuk perkembangan diri, begitulah menurut Warren Buffett.

So far, saya lihat metodologi Rating cukup masuk akal dan sejalan dengan normal industry. Dan hasilnya pun mencerminkan nama – nama Reksadana yang selama ini sudah populer di masyarakat. Jadi, saran saya, jika ingin mulai investasi Reksadana, mulailah dengan menggunakan platform Reksadana on-line. Beberapa tahun lalu ketika fasilitas online belum berkembang, saya harus melakukan additional effort untuk bisa berinvestasi di Reksadana. Selain itu, karena investasi di Reksadana bisa dimulai dengan jumlah kecil, dari Rp a hundred ribu, kekhawatiran akan kerugian selayaknya bisa sangat dibatasi. Jika selama ini, calon investor menentukan sendiri Reksadana apa yang akan dibeli, maka di Ajaib calon investor mendapatkan rekomendasi Reksadana yang sesuai dengan profil calon investor.

Hal ini dianggap serupa dengan bisnis pada umumnya yang memiliki resiko yang seyogyanya dapat diminimalisir. Ciri-ciri transaksi seperti diatas tidak diperbolehkan menurut fatwa DSN MUI ya. Hal ini dikarenakan dalam transaksi jual beli saham tersebut mengandung unsur spekulasi (untung-untungan) yang dilarang dalam Islam. Jika berbicara tentang hukum jual beli saham dalam Islam, maka terdapat dua pendapat yang berbeda di antara para ulama yakni halal apabila perusahaan tersebut tidak bergerak di bidang yang diharamkan. Sedangkan pendapat kedua adalah mengharamkan sebab tidak terdapat ijab qobul didalamnya. Demikian ulasan singkat dari kami mengenai hukum jual beli saham menurut Islam.

Boleh saja melakukan transaksi jual beli saham, tetapi memang dasarnya perusahaannya ada, produknya ada, bukan hanya sekedar simbolik. Saham merupakan bentuk instrumen bisnis yang diperbolehkan dalam pandangan hukum Islam selama memenuhi syarat. Salah satunya yaitu saham yang diperdagangkan tidak berasal dari perusahaan yang bergerak di bidang usaha haram. Misalnya produksi minuman keras, industri kasino, prostitusi, dan lain sebagainya. Tentunya, karena membeli saham di BEI, tidak bisa langsung, melainkan harus dengan jasa perantara yang disebut dengan perusahaan sekuritas. Caranya, login ke akunmu dan masuk ke menu ‘Trade’ kemudian lakukan bid untuk membeli saham atau supply untuk menjual saham sesuai dengan vary harga yang tertera di layar.

Selain itu saham – saham Syariah ini termasuk golongan dari saham bluechip, yang dikenal sebagai saham yang minim risiko terjadinya penurunan harga yang signifikan. Jadi saham ini tergolong aman untuk ditradingkan karena minimnya resiko yang didapatkan oleh trader. Total pendapatan bunga atau pendapatan tidak halal lainnya tidak boleh lebih dari 10%. Perusahaannya atau kegiatan usahanya tidak bertentangan dengan prinsip Syariah. Contoh, bukan perusahaan produksi miras, perjudian, rokok dan lainnya.

Cara bermain saham yang halal

Akhirnya sampai ke inti dari artikel ini, yaitu alasan-alasan yang harus kamu ketahui kenapa jangan beli saham gorengan. Melalui pengalaman untung dan rugi saya secara excessive di saham gorengan diharapkan jadi pelajaran untuk kita semua, khususnya pemula yang baru aja terjun ke pasar saham. Dari bukti transasi, dapat dilihat saya beli di harga Rp 366 sebanyak 177 dengan whole nilai investasi Rp 6,478,200. Lalu saya menjual di hari yang sama dengan nilai investasi Rp 7,221,600.

Apalagi saham-saham yang masuk dalam indeks JII dan ISSI juga menguat terbatas, menunjukkan potensi melesatnya harga saham. Tapi kalau kita balik lagi ke pertanyaan awalnya, apakah investasi melalui pasar itu hukumnya halal? Well, penulis bukanlah anggota MUI, dan penulis juga tidak cukup berilmu untuk ikut-ikutan mengeluarkan fatwa bahwa berinvestasi di pasar modal, meski dengan cara konservatif sekalipun, hukumnya adalah halal. Tapi penulis kira selama anda berinvestasi di pasar modal dengan cara yang ‘lurus-lurus aja’ serta tidak merugikan orang lain, maka keuntungan yang anda peroleh no less than bisa dikatakan bersifat baik. Pertanyaannya sekali lagi, pada saat ini dari sekian banyak ‘investor’ di pasar modal, berapa persen sih yang murni berinvestasi atau berinvestasi plus buying and selling tanpa berspekulasi ria? Tidak ada data yang secara spesifik menjelaskan hal tersebut, tapi penulis kira investor seperti itu jumlahnya nggak banyak.

Negara mana yang memiliki penduduk muslim terbanyak di dunia? Menurut dataPewResearch.org di tahun 2015, penduduk Indonesia yang beragama Islam mencapai 220 juta jiwa atau sekitar 87% dari whole populasi, terbesar di dunia. Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda,”Ketahuilah, bahwa suapan haram jika masuk dalam perut salah satu dari kalian, maka amalannya tidak diterima selama forty hari.” . Riset tersebut juga menyebutkan bahwa sebanyak 75% dari responden mahasiswa mengaku belum berinvestasi.

Di sektor pasar modal, tingkat literasi dan inklusinya masih kalah jauh dibandingkan perbankan di persentasenya masing-masing 4,92% dan 1,55% untuk sektor pasar modal. Angka ini jauh di bawah persentase sektor perbankan yang masing-masing 36,12% dan 73,88%. Tujuan Reksadana adalah investasi meningkatkan keuntungan dalam jangka menengah dan panjang.

Comments are closed.