Asal Mula Invoice Gates Dituduh Sebagai Pembuat Virus Corona

Asal Mula Invoice Gates Dituduh Sebagai Pembuat Virus Corona

Tidak hanya fakta-fakta yang sudah terbukti kebenarannya, cerita-cerita hoaks dan bahkan teori konspirasi virus corona juga beredar di masyarakat. Sejak pandemi virus corona melanda dunia mulai muncul beragam teori konspirasi tentang penyakit tersebut. Hal ini jelas merupakan sebuah teori konspirasi, dimana seseorang diduga terlibat dalam sebuah kelompok tertentu untuk menguasai dunia, dengan menciptakan teror-teror yang kemudian menimbulkan ketakutan besar bagi dunia. Ia mengungkapkan informasi sosial media sangat berpengaruh terhadap pembentukan pendapat masyarakat Indonesia. Terlepas dari latar belakangnya, masih terdapat masyarakat yang terpapar pusaran berita palsu ataupun teori konspirasi yang beredar di sosial media.

Kalau mereka boleh memilih, tentu mereka akan menyerahkan semua uang yang mereka punya demi berkumpul dengan keluarga beristirahat dengan nyaman di rumah. Kalau semua masyarakat mentaatinya, tidak mustahil kasus Covid-19 akan turun drastis dan para “pebisnis” Covid-19, yang banyak disebut-sebut pendukung konspirasi, akan merugi. “Mending fokus sama-sama berubah. Karena walau sudah disuntik itu hanya menjaga kita dari virus. Hidup dengan new regular harus kita jalani. New rules, new fashion, salaman ganti, jalan pakai masker,” ucap Bimbim.

ÔÇťOrang-orang mencari jawaban yang menjelaskan situasi yang mengerikan ini. Mereka khawatir dan tidak pasti, dan juga bingung dengan informasi yang mereka terima – yang seringkali bertentangan – dari sumber yang berbeda, “kata Douglas. Kenyataan dari situasi ini adalah bahwa Covid-19 secara alami terjadi dan masih elum tahu bagaimana menghentikan penyebarannya. Jika seseorang percaya menara 5G menyebabkan Covid-19, mereka memiliki sesuatu yang konkrit untuk diperjuangkan alih-alih merasa seperti mereka meraba-raba dalam kegelapan.

Mengapa banyak konspirasi mengenai covid

Ada sebagian orang yang mengetahui situasi pandemi ini kemudian mencari rasa aman dan tenang dengan mencari informasi apa yang bisa dilakukan untuk menjaga diri sendiri. Studi UI Ungkap Tak Sedikit Warga yang Percaya COVID-19 Konspirasi Elit Global Dalam studi tersebut, mayoritas warga yang percaya konspirasi COVID-19 berasal dari Bogor dan DKI Jakarta. Juga terdapat perbedaan tingkat pendidikan dan pendapatan antara yang percaya dan yang tidak.

Didukung dengan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence, Nodeflux mampu meringankan beban pekerjaan Pemprov DKI Jakarta melalui penerapan otomatisasi. Mengandalkan sistem VisionAIre, Nodeflux menghadirkan tiga solusi untuk pemantauan publik selama masa PSBB. Mantan ketua Mahkamah Konstitusi menyebutkan bahwa covid-19 bukan sebuah konspirasi untuk menyerang agama tertentu. Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi itu lantas mencontohkan banyak ulama yang meninggal karena terpapar COVID-19, padahal mereka rajin beribadah dan menjaga wudhu.

Banyak ahli medis juga mengkritisi pernyataan De Klerk dalam video tersebut mengenai 89 hingga ninety four persen hasil tes PCR adalah positif palsu, dan tidak menguji Covid-19. Facebook, Twitter dan YouTube semuanya mengambil langkah luar biasa untuk menghapus unggahan tentang klaim sesat terkait virus corona tersebut. Menurut Joseph, tuduhan orang kaya dan perusahaan Slot Gacor besar yang bersekongkol untuk membuat sebuah bencana atau petaka seharusnya tidak mengejutkan. Pasalnya, hal itu telah menjadi amunisi teori konspirasi sejak lama. “Berkerumun, gak pake masker, nanti kalo sampe jadi cluster COVID & fasilitas kesehatan kewalahan, tinggal nyalahin pemerintah. Berat banget ngurus negara ini,” ungkap Ernest yang tak habis pikir.

Berkembangnya ekosistem dengan informasi keliru dan ketidakpercayaan publik ini telah membuat Organisasi Kesehatan Dunia memperingatkan adanya infodemik di tengah pandemi virus corona world saat ini. Seperti dilansir dari New York Times, mengantisipasi serangan politik dengan memanfaatkan kondisi pandemi virus corona ini, tidak sedikit pemerintah yang memperdagangkan klaim palsu mereka sendiri. Pasalnya akhir-akhir ini banyak sekali orang yang memberikan pernyataan soal Covid-19, namun pernyataannya itu nyatanya tidak sesuai dengan fakta. “Jadi andai ada yang ga percaya covid dan ga mau vaksin pun, minimal ga punya tempat ngebacot,” tuturnya.

Tak jarang, teori konspirasi kerap menggiring opini masyarakat bahwa sejumlah peristiwa penting yang terjadi merupakan plot rahasia yang dilakukan oleh kelompok orang jahat atau elite (Brotherton, French, & Pickering, 2013). Di sisi lain, dengan menggunakan teknologi masyarakat jadi lebih mudah mengakses berikut terkini. Sayangnya, tak semua informasi yang beredar di dunia maya menyampaikan kebenaran.

Bukan tanpa alasan, usulan yang dimaksud Desta ini juga sebagai sindiran bagi mereka yang masih saja menganggap Covid-19 itu hanyalah konspirasi. Sebab jika sampai usulannya ini dijalankan, maka orang-orang yang tidak percaya adanya virus Corona tak akan memiliki ruang untuk melakukan ujaran kebencian. Desta dibuat kesal dengan sikap egois sebagian orang yang masih tak percaya akan bahaya virus Covid-19. Lewat akun Twitter pribadinya, Desta menuliskan sindiran pedas sekaligus sebuah usulan menarik.

Comments are closed.