11 Cara Berpikir Positif Agar Hidup Lebih Indah

11 Cara Berpikir Positif Agar Hidup Lebih Indah

Jadi, berikan diri Anda sedikit ruang dari kemunduran awal, biarkan emosi Anda menjadi dingin, dan biarkan sisi rasional Anda mendapatkan kendali kembali. Kemudian, Anda dapat melihat situasi Anda dengan cara pandang yang baru dan Anda mampu untuk menentukan langkah selanjutnya. Rasa pesimis, takut, dan khawatir atas apa yang akan terjadi serta kemungkinan akan mengalami kegagalan Slot Deposit Pulsa justru menjadi sebab dari kegagalan itu sendiri. Tak sedikit orang yang ragu untuk bertindak karena terlalu mengkhawatirkan resiko yang mungkin didapat. Mereka juga terlalu persimis dan tidak mempercayai dirinya sendiri, tidak yakin kalau bisa melakukannya. Selain itu, pengalaman gagal yang sebelumnya tak jarang membuat orang takut untuk memulai dan melangkah kembali.

Cukup banyak orang zaman sekarang amat menghargai pula cinta kasih sejati antara suami dan isteri, yang diungkapkan menurut adat-istiadat para bangsa dan kebiasaan zaman yang terhormat. Tuhan telah berkenan menyehatkan, menyempurnakan dan mengangkat cinta kasih itu dengan kurnia istimewa rahmat dan kasih sayang. Cinta seperti itu memadukan segi manusiawi dan ilahi, mengantar suami-isteri kepada serah diri bebas dan timbal balik, yang dibuktikan dengan perasaan dan tindakan mesra, serta meresapi seluruh hidup mereka. Bahkan cinta itu makin sempurna dan berkembang karena kemurahan hati yang rela berjerih payah.

Cara agar bangkit dalam kehidupan ini

Karena sejatinya, agama Islam adalah agama yang paling baik dan petunjuk yang benar bagi umat manusia yang ada di bumi. Rossa pun sampai rela memakai tabungan untuk menyambung hidup di masa pandemi. Cara menghadapi kehilangan selanjutnya adalah dengan menyadari bahwa healing itu butuh waktu, tapi bukan waktu yang akan menyembuhkan kita. Bukan konsep”time will heal”, tapi apa yang kita lakukan selama waktu itu.Kita harus secara aktif membantu diri kita untuk bisa sembuh dari luka batin dan trauma. Yaum al-Jaza adalah hari pembalasan seluruh amal manusia yang telah diperbuat selama hidup di dunia. Balasan dari Allah sangat tergantung pada apa yang telah dikerjakan oleh manusia selama di dunia.

Hendaknya para penguasa jangan menghalang-halangi kelompok-kelompok keluarga, sosial atau budaya, instansi-instansi atau lembaga-lembaga pengantara. Jangan pul mencabut ruang kegiatan mereka yang sah dan efektif. Melainkan hendaknya para penguasa berusaha mengembangkan dengan sukarela dan secara teratur kegiatan-kegiatan itu. Di pihak lain hendaknya para warganegara, baik sebagai perorangan maupun secara kolektif, jangan menyerahkan kekuasaan terlampau besar kepada pemerintah. Mereka jangan pula menuntut keuntungan-keuntungan serta kemudahan-kemudahan yang berlebihan dan tidak pada tempatnya dari pemerintah, sehingga mengurangi beban perorangan, keluarga-keluarga maupun kelompok-kelompok sosial. Dengan demikian mereka mencegah kesukaran-kesukaran, dan mencukupi kebutuhan-kebutuhan keluarga serta menyediakan keuntungan-keuntungan baginya sesuai dengan tuntutan zaman sekarang.

‘Teman’ dan ‘pesaing’ orang tua menjadi bertambah, sebab lingkungan memang tidak hanya terdiri dari dukungan atau penguat pesan-pesan dan nilai yang ditanamkan orang tua, tetapi juga menjadi penghambat dan pengganggu penerimaan pesan dan nilai tersebut. Banyak orang berpandangan, bahwa pertambahan penduduk dunia, atau setidak-tidaknya di negara-negara tertentu, sungguh perlu dikurangi secara radikal melalui segala upaya dan segala macam campur tangan pemerintah. Menanggapi arus itu, Konsili menyerukan kepada semua orang, supaya jangan menempuh cara-cara pemecahan, yang secara umum atau oleh pihak-pihak tertentu dianjurkan atau kadang-kadang diharuskan, dan yang bertentangan dengan hukum ethical. Sebab menurut hak manusia yang tak dapat di ganggu-gugat atas perkawinan dan pengadaan keturunan, pertimbangan tentang jumlah anak tergantung dari keputusan orang tua yang benar, dan sama sekali tidak dapat di serahkan kepada keputusan pemerintah. Hal itu menuntut, agar di mana-mana kondisi-kondisi pendidikan dan sosial diperbaiki, dan terutama agar pembinaan keagamaan atau sekurang-kurangnya pengajaran di bidang moral diberikan seutuhnya.

Comments are closed.