Mengapa Masih Ada Yang Percaya Covid

Mengapa Masih Ada Yang Percaya Covid

Presiden Jair Bolsonaro dari Brasil telah berulang kali mempromosikan pengobatan virus corona yang tidak terbukti, dan menyiratkan virus itu kurang berbahaya daripada yang dikatakan para ahli. Selain itu, teori ini dikaitkan dengan fakta bahwa Yayasan Bill dan Melinda Gates mendanai studi yang dilakukan oleh Massachusetts Institute of Technology tahun 2019 dan melihat kemungkinan menyimpan riwayat vaksinasi pasien dalam pola warna. Video kebakaran menara ponsel itu lantas tersebar di berbagai situs media sosial Facebook, Instagram dan Youtube.

Mereka pun dengan santai melanggar segala protokol kesehatan atau bahkan menuduh Organisasi Kesehatan Dunia dan petugas medis membohongi publik. Jangan mengecilkan kerja keras mereka, dengan menyebut ini bagian konspirasi. Karena kalau kalian terus seperti itu, kalianlah pendukung sesungguhnya dari teori konspirasi international Togel HK Covid-19 yang kerap kalian gaungkan. Tapi, pernyataannya dikeluarkan disaat kasus Covid-19 sedang tinggi-tingginya. Saat hampir semua tempat isolasi Covid-19 dan rumah sakit rujukan penuh dengan pasien positif. Saat banyak orang kehilangan anggota keluarga untuk selamanya, akibat Covid-19.

Penelitian yang dilakukan oleh Eko dkk tidak hanya mengungkap adanya masyarakat yang percaya konspirasi. Studi yang mereka lakukan juga menemukan bahwa meskipun masyarakat memiliki persepsi untuk mematuhi protokol kesehatan, tak sedikit dari mereka yang justru sering menggunakan masker tidak benar. Jika dilihat lebih rinci, hasil studi UI tersebut mengungkap bahwa responden yang percaya bahwa COVID-19 sebagai konspirasi elit world mayoritas berasal dari DKI Jakarta (22,5%) dan Bogor (24,1%). Parahnya lagi, para penganut teori konspirasi ini secara konstan memprovokasi masyarakat. Tujuannya untuk menggiring perspektif publik agar percaya dengan teori yang dibawanya. Seminggu pertama April 2020, misalnya, ada 25 juta tambahan views baru di video yang diunggah TED di Youtube itu.

Saran saya, selain bertindak untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 ini, pemerintah juga harus bertindak untuk menghentikan kesalahan informasi ataupun teori konspirasi yang berkaitan dengan virus tersebut. Selanjutnya, sebesar 16 persen yang juga mendapatkan informasi yang dari platform media sosial lainnya. Selain itu, mereka juga percaya kalau teknologi 5G dan Virus Corona saling berkaitan, meskipun hal itu sangat tidak berdasar. Dari hasil survei dengan melibatkan ratusan partisipan, Lantian menemukan bahwa tendensi untuk memercayai teori-teori konspirasi terkait erat dengan “rasa” memiliki informasi langka mengenai situasi-situasi yang dijelaskan teori-teori tersebut.

Akhirnya pandemi tidak selesai dan malah menimbulkan masalah baru yaitu konflik. Atau contoh lain seperti adanya isu yang beredar bahwa virus corona merupakan keteledoran pemerintah China terkait dengan biological weapon yang sengaja mereka kembangkan untuk kebutuhan perang. Jika berdasasarkan motif epistemik tadi, menurut penulis wajar apabila banyak masyarakat yang percaya atau bahkan menciptakan teori konspirasi. Contohnya seperti munculnya virus ini di tengah-tengah perayaan tahun baru imlek menyebabkan penyebaran virus ini sangat cepat dan tidak terkendali. Jadi, dengan adanya penyebaran berita palsu dan teori konspirasi seputar wabah COVID-19 adalah masalah yang sangat serius sekaligus sangat berbahaya bagi masyarakat.

Mengapa banyak konspirasi mengenai covid

Bahkan jika kepercayaan itu tidak benar, memiliki semacam penjelasan untuk suatu hal yang sedang terjadi bisa sangat menenangkan. Beruntung, Facebook dan YouTube telah menghapus konten ‘Plandemic’ karena video di dalamnya menyebarkan informasi bohong atau hoaks dan tidak akurat terkait pandemi Covid-19 yang justru bisa membahayakan masyarakat. Di Venezuela, Presiden Nicol├ís Maduro menyarankan virus itu sebagai bioweapon Amerika yang ditujukan untuk China. Sedangkan di Iran, para pejabat menyebut wabah virus corona sebagai rencana untuk menekan pemungutan suara di sana.

Ikatan Dokter Indonesia Kabupaten Jepara mengatakan, keterangan itu menyesatkan dan bisa membuat warga abai akan protokol kesehatan. Menjadi pekerjaan rumah dan tantangan bagaimana menyampaikan pesan bahwa Covid-19 mengancam kita semua. Berdasarkan survei yang pernah dilakukan BPS, setidaknya ada 17% masyarakat yang merasa tidak akan terpapar Covid-19.

Ada teori yang mengatakan bahwa virus itu melompat dari hewan, mungkin dimulai dengan kelelawar, ke manusia, atau bahwa virus itu lolos dari laboratorium di Wuhan, Cina. Aksi kriminal ini langsung dikecam oleh National Health Service, yakni pemberi layanan kesehatan publik di Inggris. Director NHS, Stephen Powis mengatakan, konspirasi akan 5G ini tidak memiliki landasan ilmiah yang sumber yang jelas. Sayangnya, sulit untuk memerangi teori konspirasi, terlebih mengedukasi para penganutnya untuk “kembali ke jalan yang benar”. Sebab inilah coping mechanism atau cara mereka membawa kedamaian dan kenyamanan untuk dirinya sendiri. Dilansir Scientific American, ketika manusia lama tidak berinteraksi dengan orang lain, perasaan cemas dan gelisah akan memantik pemikiran liar.

Comments are closed.